Selasa, 10 Januari 2012

Urgensi Pendidikan Agama bagi Anak-anak

Bagaimana Mengenalkan Agama pada Anak Kecil
• Bagaimana Anak Mengenal Tuhan.
Biasanya anak-anak mulai mengenal Tuhan melalui bahasa yaitu kata-kata yang ada dalam lingkungannya. Mulai umur tiga dan empat tahun anak-anak sering mengemukakan pertanyaan yang ada hubungannya dengan agama, misalnya siapa Tuhan, dimana syurga, bagaiman cara pergi kesana ?, juga melalui cerita-cerita dalam kitab suci dapat menarik perhatian anak-anak.
• Tuhan Sebagai Keharusan Moral Bagi Anak.
Pada akhir masa anak-anak terlihat perhatian anak terlihat sangat besar kepada Tuhan, karena Tuhan adalah penolong yang baik, namun pada anak-anakyanglebih besar, sembahyang dan doanya lebih sungguh-sungguh daripada yang masih kecil karena betul-betul merupakan permohonan akan pertolongan Allah dengan menghadapi dirinya.
Dari uraian-uraian tentang perkembangan agama bagi anak yangtelah dikemukakan diatas, maka dapatlah disimpulkan sebagai berikut :
1. Pertumbuhan agama pada anak umumnya ditentukan oleh pendidikan, pengalaman dan latihan-latihan sejak masa kecil.
2. Orang tua merupakan pusat kehidupan rohani anaknya dan merupakan penyebab perkenalannya dengan alam luar, karena itu orang tua perlu mencurahkan perhatian yang cukup terhadap kepentingan anaknya. Anak adapat mendapat cukup kasih sanyang akanmerasa aman dan tenang, dan hal ini akan memudahkan anak untuk mengenal dan taat kepada Tuhannya apabila ia sudah besar. Oleh karena itu sebabnya orang tua perlu menempatkan diri sebagai orang tua yang dapat dicontoh, baik dalam sikap, tingkah laku dan kata-katanya. Demikian pulapenghayatan dan perkembangan agama anak banyak dipengaruhi oleh sesama kehidupan keluarganya.
3. Anak-anak pada masa awal belum sempurna pemahamannya tentang penciptaan. Gambaran anak tentang kedudukan Tuhan terhadap alam belum sampai kepada pemikiran tentang menjadikan penciptaan bagi anak tidak lain adalah kelahiran, tetapi kelahiran itu sendiri juga belum dapat dipahami secara sempurna oleh anak.
4. dengan mulainya tumbuh kesadaran moral maka menurut pandangan anak, Tuhan sebagai sandaran moral yangberarti penolong manusia (anak-anak) dan menghadapi dorongan-dorongan jahat timbul dalam dirinya, menolong orang yang lemah dan membalas orang yang aniaya. Apabila pandangan anak telah sampai pada tahap ini maka kebaikan tertinggi adalah mematuhi perintah Tuhan. Demikian pula halnya anal-anak yang telah besar, kepercayaan bukan didasarkan pada keharusan pikiran melainkan pada keharusan moral.
Setiap guru agama hendaknya menyadari bahwa pendidikan agama bukanlah sekedar mengajarkan pengetahuan aagama dan melatih ketrampilan anak melaksankan ibadah. Pendidikan agama yaitu bertujuan membentuk kepribadian anak sesuai dengan ajaran Rosululloh. Pembinaan sikap mental akhlak, jauh lebih penting daripada menghafal dalil-dalil dan hukum-hukum agama yang tidak diresapkan dan dihayati dalam hidupnya.
Pentingnya Pendidikan Agama Bagi Anak Muslim
Allah SWT telah memberikan amanah yang sangat besar di dalam kehidupan kita. Dimana amanah tersebut seharusnya kita tunaikan sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya. Amanah tersebut adalah anak yang telah diberikan kepada kita, kita telah diperintahkan untuk menjaga diri, keluarga, dan termasuk anak kita dari api neraka jahannam.
“Wahai orang orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan, padanya ada malaikat yang kasar, mereka tidaklah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka.” (Q.S At-Tahrim, 66:6).
Oleh karenanya, sudah menjadi kewajiban setiap orang tua untuk bertanggung jawab terhadap keluarga dan keturunannnya, jangan sampai dia dan keturunannnya mendapatkan kemurkaan dari Allah. Rasulullah bersabda dalam hadits Ibnu Abbas dalam riwayat Tarmidzi :
“Wahai anak kecil, sesungguhnya aku mengajari engkau beberapa kalimat, jagalah Allah maka Allah akan menjagamu, jagalah Allah maka engkau akan mendapatkan Allah di hadapanmu, apabila engkau meminta maka mintalah kepada Allah, apabila engkau memohon pertolongan maka mintalah kepada Allah”
Dalam hadits ini menunjukkan perhatian beliau yang besar dalam mendidik anak kaum muslimin. Terlebih bagi mereka yang telah menjadi kepala keluarga, wajib bagi mereka mengajarkan agama Allah baik berupa tauhid, akhlaq, adab, dsb karena semuanya adalah tanggung jawab dari orang tua. Saat rasulullah melihat seorang anak kecil yang makan dengan adab yang jelek, maka beliau bersabda :
“Wahai anak kecil, apabila engkau makan maka bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, makanlah mulai dari yang dekat denganmu.”
Demikianlah Rasulullah memberikan pelajaran kepada anak-anak kaum muslimin dengan pelajaran yang diperintahkan oleh Allah. Sebelum datang suatu hari yang menghancurkan dunia ini, hari dimana seseorang akan lari dari saudaranya sendiri, dari bapak dan ibunya, dan dari istri dan anak-anaknya. Pada hari inilah kita mempertanggung jawabkan kehidupan kita di dunia, kita tidak bisa lagi mendidik anak-anak kita karena kesempatan tersebut hanya di dunia saja. Pendidikan anak-anak perlu kita perhatikan karena merekalah kebahagiaan atau kesedihan bagi kita.
Dan termasuk hal yang harus kita perhatikan dalam pendidikan anak kita adalah jangan sampai kita mengeluarkan suatu ucapan yang jelek, bagaimanapun keadaan kita. Ketika Rasulullah mendengar seseorang melaknat untanya, maka Rasulullah bertanya kepada sahabatnya :
“Siapa yang tadi melaknat ?”
“Saya”
“Turunlah engkau dari untamu, jangan engkau menyertai kami dengan sesuatu yang telah dilaknat, janganlah kalian mendoakan keburukan bagi diri-diri kalian, anak-anak, dan harta kalian, jangan sampai ketika kalian berdoa kejelekan tersebut bertepatan dengan waktu yang Allah mengabulkan doa tersebut.”
Di luar rumah boleh jadi anak-anak mendapatkan pendidikan agama dari guru-gurunya di sekolah, ataupun dari para ustadz di mesjid. Sementara di rumah, sudah barang tentu orang tualah yang harus bertanggungjawab memberi pendidikan agama kepada mereka. Dan sebagai orang tua muslim, sudah semestinyalah sumber acuan pendidikan agama bagi anak-anak di rumah tersebut adalah Al Qur’an dan Hadits. Tetapi pertanyaan selanjutnya, sudahkah kita menjadikan Al Qur’an & Hadits sebagai acuan dalam mendidik anak ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar